PENGAKUAN HANNO BEHRENS: Alasan Mengejutkan di Balik Enggannya Kembali ke Indonesia

infobola.live – Mantan pemain asing Persija Jakarta asal Jerman, Hanno Behrens, akhirnya buka suara mengenai pengalamannya merumput di kompetisi sepak bola Indonesia. Meski sempat menjadi idola bagi para pendukung Macan Kemayoran, Behrens secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dirinya merasa tidak betah dan enggan untuk kembali berkarier di tanah air.

Alasan yang dikemukakan oleh pemain yang kini telah kembali ke Jerman tersebut cukup mengejutkan publik sepak bola nasional, terutama menyangkut adaptasi lingkungan dan gaya hidup di Jakarta.

Cuaca Ekstrem dan Kelembapan Tinggi

Faktor utama yang membuat Hanno Behrens merasa sangat kesulitan adalah kondisi iklim tropis Indonesia yang sangat berbeda jauh dengan negara asalnya.

  • Suhu Udara Panas: Behrens mengaku terkejut dengan panasnya cuaca di Indonesia yang menurutnya bisa mencapai suhu ekstrem hingga 45 derajat Celsius.
  • Kelembapan Tinggi: Tingkat kelembapan yang sangat tinggi membuat tubuhnya selalu berkeringat deras, bahkan saat tidak sedang melakukan aktivitas berat. Kondisi ini dinilai sangat menguras fisik bagi pemain yang terbiasa dengan iklim Eropa yang sejuk.

Baca juga :  Indonesia Piala Dunia 2026 Disorot The Athletic: Kritik “Bangsa Besar” Gagal


Kualitas Hidup dan Masalah Perkotaan

Selain masalah cuaca, Behrens juga menyoroti aspek kehidupan sehari-hari di Jakarta yang dianggapnya sangat menantang bagi seorang atlet profesional.

  • Kemacetan Parah: Kepadatan jalanan di Jakarta dan asap knalpot kendaraan yang polutif menjadi salah satu hal yang membuatnya merasa tidak nyaman.
  • Jadwal Pertandingan yang Melelahkan: Kombinasi antara cuaca panas dan jadwal pertandingan yang padat serta perjalanan jauh antar kota membuat kelelahan fisik dan mental menjadi beban tersendiri baginya.

Secara garis besar, Hanno Behrens menyimpulkan bahwa lingkungan di Indonesia terasa terlalu menantang dan sulit untuk ditinggali dalam jangka waktu lama bagi dirinya. Pengakuan ini menjadi pengingat bagi klub-klub Indonesia bahwa faktor kenyamanan lingkungan dan proses adaptasi fisik bagi pemain asing, khususnya asal Eropa, merupakan tantangan besar yang tidak bisa dianggap remeh.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.